Minggu, Desember 05, 2010

Tolak Pajak Warteg 10 %

Seperti diberitakan detik.com (4/12), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengenakan pajak bagi pengusaha warteg sebesar 10%. Kebijakan pajak ini akan diterapkan per 1 Januari 2011 mendatang. 

Aturan pajak untuk warteg ini bakal tercantum dalam Perda Pajak Restoran yang saat ini sudah selesai dibahas di DPRD DKI Jakarta. Namun perda tersebut belum disahkan. Rencananya, Pemprov DKI Jakarta juga akan membuat Pergub untuk khusus mengatur soal pajak warteg ini.

Perda tersebut merupakan turunan dari UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam pasal 22 berbunyi pajak restoran adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh restoran. Sedang pasal 23 berbuyi restoran adalah fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering.

Jumat, Desember 03, 2010

Mie Ayam Malabar IPB : 20 Tahun Sarapan pake Mie Ayam

kampus ipb baranangsiang
Berawal dari rasa ga nyaman dengan kantin  anak FEM kampus IPB Baranangsiang yang terlalu ramai dengan mahasiswa yang nongkrong dan  terlalu berisik (bagi gw) untuk tempat makan.

Coba2 jalan sekitar kampus untuk cari tempat makan yang lain, dan akhirnya menemukan tempat favorit juga. Yaitu warung Mie Ayam di kawasan jalan malabar, Bogor. Letak warungnya sendiri berada di deretan kios-kios kecil dekat masjid RS PMI dan dekat dengan kampus IPB Baranangsiang.

Warungnya terbilang cukup sempit, mungkin hanya seukuran 3 x 4 meter aja dan dalemnya juga bener2 sederhana. Tapi sebenernya buat gw itu ga masalah karena yang penting gw suka sama mie ayam-nya.

Kebetulan Sabtu kemarin, ketika ada jeda waktu ujian tengah semester sekitar 4 jam, gw berkesempatan berkunjung ke warung mie ayam tersebut.
Tapi kunjungan makan kali ini dengan suasana yang berbeda, karena kali ini gw ngobrol banyak dengan penjualnya yang ngaku tiap pagi selama 20 tahun terakhir selalu sarapan dengan mie ayam buatannya sendiri.

Hebat ya ususnya..? hahaha.. :D

Selasa, November 23, 2010

Catatan Perjalanan: Gunung Pangrango 3019 Mdpl [20-21 November 2010]

alun-alun mandalawangi
Akhirnya kesempatan datang juga untuk mendaki gunung tertinggi kedua di propinsi jawa barat, yaitu Gunung Pangrango. Gunung yang berdampingan dengan Gunung Gede ini merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang terbagi kedalam tiga kabupaten, yaitu kabupaten cianjur, bogor, dan sukabumi.


Gw emang sebenernya udah dari dulu banget pengen naik gunung cuma ga ada temen yang bisa dan mau diajak, apalagi gw ga pernah ikutan organisasi pecinta alam dan sebagainya.. Untunglah ada temen2 dari Outdoor Adventure and Nature Clubs (OANC) Kaskus yang baik banget mau ngajakin gw naik gunung bareng ke pangrango. Selain itu, di forum itu gw juga belajar banyak banget hal mulai dari etika mendaki gunung, teknis2 pendakian, gear/peralatan naik gunung, cara packing yang bener, dan yang pasti bisa membaca catatan dan foto perjalanan (catoper) member OANC yang bener2 'racun'.


Kalo baca thread catoper, dijamin bakal mupeng... dan muncul angan2 : kapan gw bisa naik ke puncak itu..?

Sabtu, November 06, 2010

Simbol Bulan Sabit dan Bintang dalam Islam

Mungkin ada saat dimana di benak pikiran teman-teman mengapa lambang atau simbol bulan sabit dan juga bintang menjadi identik dengan Agama islam ?
Tak jarang dan mungkin hampir setiap mesjid memakai lambang bulan sabit dan mintang di kubah-kubah mesjid dan juga hal itu sering kita temui bahwa Bulan sabit dan bintang ini sering di pakai di dalam motif sajadah..

Mengapa hal itu terjadi? Apakah lambang bulan sabit dan bintang itu adalah lambang islam? Atau bulan sabit ada sangkut pautnya dengan Agama islam? Kok bisa ya lambang Bulan sabit dan bintang ini identik dengan agama Islam?

Hal ketidak tahuan umat tentang asal usul Bulan sabit dan bintang di agama Islam ini yang tidak pernah di pelajari di sekolah-sekolah, membuat para pelajar (sebagian besar teman saya tidak ada yang mengetahuinya) . Hal ini juga yang mengakibatkan para Non-Muslim membuat cerita-cerita konyol yang tak berdasarkan fakta dan sumber sejarah yang jelas. mereka mengatakan bahwa itu adalah dewa-nya agama islam dan sebagainya yang membuat saya muak membacanya. Astagfirullah ..

Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku". QS. Al-Kaafiruun ayat 6

Mari kita kaji lebih mendalam tentang asal usul atau sejarah dari munculnya keidentikan lambang Bulan sabit dan bintang di dalam Agama Islam..

Selasa, November 02, 2010

Terbang di Udara dengan Paralayang

Hari Sabtu, 30 Oktober 2010 kemarin bertempat di Bukit Paralayang/Gantolle Puncak, Jawa Barat, akhirnya kesampaian juga ngerasain yang namanya 'Paralayang'.

Paralayang atau biasa disebut 'Paragliding' dalam bahasa inggris ini adalah salah satu jenis olahraga dirgantara yang menggunakan alat utama yaitu parasut.

Bedanya dengan terjun payung, pada paralayang sebelum terjun parasutnya sudah dibiarkan mengembang sehingga dapat menangkap angin, sedangkan terjun payung umumnya peterjun lompat dalam keadaan bebas dan parasut baru dibuka pada suatu saat tertentu.

Kalo ditanya gimana rasanya terbang di udara..??

jawabannya udah pasti:

bukan main... pokoknya bener2 menyenangkan..... :D :D

Selasa, Oktober 26, 2010

Indonesia Benua yang Hilang - Pesan Rahasia di Balik Gunungan Wayang

Jakarta - Siapa yang tidak tahu gunungan dalam pementasan wayang kulit? Semua berpikir gunungan berasal dari tradisi Hindu. Namun riset terbaru menunjukkan gunungan memiliki akar budaya ribuan tahun saat Indonesia adalah sebuah benua di akhir Zaman Es.

Fakta yang mungkin mengagetkan orang ini diungkapkan seorang profesor asal Universitas Oxford, Inggris, Stephen Oppenheimer. Dalam buku Eden in The East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara, Oppenheimer menjelaskan penduduk di benua Sundaland berimigrasi ke seluruh dunia pada akhir Zaman Es.

Minggu, Oktober 24, 2010

Warming Up @ Cilember Waterfall

Sabtu pagi ini gw jalan2 ke Curug Cilember yang terletak di kawasan Cisarua, Puncak - Jawa Barat.

Berangkat berempat dari kost-an (di Gadog) jam 8an langsung dihadang kemacetan yang biasa terjadi di kawasan puncak tiap akhir pekan. Sempet nyasar ke Curug Panjang terus muter balik ke jalan raya dan akhirnya dapet juga jalan kesananya.

Kesan awalnya, hmm.. udaranya seger.. (udah biasa sih sebenernya, karena sehari-hari kan ngantor di Gadog.. hehe), terus juga suara gemericik air dari luar cukup bikin penasaran.

Waktu mau masuk ditawarin sama calo untuk beli tiket masuk seharga 10.000 / orang, tapi karena kami menolak budaya percaloan [hehe.. :P]. akhirnya beli langsung di loket resmi seharga 12.000 / orang. (biar deh mahal dikit, yang penting ga jadi turis ilegal)

Kamis, Oktober 21, 2010

Gie

"Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur."

Senin, Oktober 11, 2010

kemana ya.?


Kepenatan dan kejadian2 yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat gw tambah semangat dan yakin untuk memulai perjalanan.
1.  tempat yang benar2 asing.. yang belum pernah gw kunjungi sebelumnya.
2.  bukan tempat wisata atau tempat hiburan yang terlalu ramai dengan turis.
3.  tempat dimana gw bener2 bisa menyepi sendiri.

Dan ini udah bukan soal mantapin hati dan mempersiapkan mental lagi. Tapi tinggal mencari waktu yang tepat.

Senin, Oktober 04, 2010

Depok, Kota Muda di Jawa Barat, Berprestasi Bersama Masyarakat

Bandung - Depok awalnya hanyalah daerah sepi dan terpencil di Provinsi Jawa Barat, berlokasi di selatan perbatasan Jakarta. Kemudian dibentuk Kota Administratif Depok yang diresmikan tanggal 18 Maret 1982 seiring bertumbuhnya penduduk. Sejak saat itu, Depok semakin ramai, sehingga Depok pun “naik pangkat” kembali menjadi sebuah Kota yang mandiri pada 20 April 1999.

Walaupun Depok merupakan salah satu kota yang berusia relatif muda di antara kota-kota lainnya di Provinsi Jawa Barat, Kota Depok telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang, baik di tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Prestasi-prestasi tersebut membuat Depok sejajar dengan kota-kota lain di Provinsi Jawa Barat, bahkan di seluruh Indonesia.