Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 12, 2013

Memilih Diantara Sektor Properti

source pic: financeroll.co.id

Salah satu sektor yang bersinar di Bursa Efek Indonesia selama setahun terakhir ini diantaranya adalah sektor properti. Ketika Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada tahun 2012 ditutup dengan kenaikan hanya 10%, sektor properti mampu menutup tahun 2012 dengan kenaikan fantastis sebesar 41%.

Konon, investor kenamaan seperti Warren Buffett sendiri menghindari saham-saham properti karena satu hal yang tidak ia sukai yaitu dalam jangka panjang, perusahaan properti akan sulit bertumbuh lagi ketika land bank atau cadangan lahannya berkurang dan habis. Sedangkan Beberapa pengamat di pasar modal menganggap sektor properti saat ini sudah memasuki fase bubble.
 

Sabtu, Oktober 13, 2012

Kelapa Sawit, Dilema Kesejahteraan dan Kelestarian Lingkungan

sumber: www.palmoilhq.com

Sejak tahun 2006, Indonesia telah melewati Malaysia sebagai penghasil terbesar minyak kelapa sawit dunia. Minyak kelapa sawit merupakan komoditas ekspor utama yang memberikan sumbangan devisa terbesar dari sektor non migas dan terbukti telah meningkatkan taraf hidup masyarakat yang diuntungkan dari budidaya dan industri terkaitnya.

Hasil dari tanaman kelapa sawit digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika, industri farmasi, hingga bahan bakar (biofuel).

Namun seiring dengan meningkatnya pertumbuhan luas lahan kelapa sawit ini juga memiliki efek negatif yang berdampak pada rusaknya kelestarian lingkungan.

Mulai dari deforestasi atau pengalihfungsian hutan menjadi lahan perkebunan, terancamnya spesies orang utan, gajah dan harimau sumatera, terusirnya warga suku pedalaman dari kawasan hutan, hingga kabut asap yang disebabkan pembukaan lahan secara liar dengan pembakaran oleh masyarakat yang berniat membuka lahan sawit.

Sabtu, Oktober 06, 2012

Indikator Harga Komoditas dan Indeks Utama Dunia

Pergerakan harga saham selain dipengaruhi oleh kinerja dan prospek sebuah perusahaan, ada juga sentimen eksternal yang datang dari luar dan seringkali mempengaruhi investor maupun trader dalam mengambil keputusan di bursa saham.

source: Detik Finance

Berikut ini grafik (chart) dari harga komoditas dan juga index dunia yang biasanya dijadikan patokan karena berhubungan dengan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia:

Senin, September 10, 2012

Karena Pasar Tidak (akan) Pernah Efisien Sempurna

Ada sebuah hipotesis yang menyebutkan bahwa pasar selalu dalam keadaan efisien atau Efficient-Market Hypothesis (EMH). Dalam hipotesis ini disebutkan bahwa dalam pasar finansial yang terbuka (memiliki transparansi), dimana regulator mewajibkan setiap emiten untuk mengumumkan atau melaporkan setiap aksi korporasi hingga laporan keuangannya secara berkala, maka dengan itu semua pelaku pasar dianggap memliki informasi yang sama untuk selanjutnya digunakan dalam mengambil keputusan investasi.

Setelah beberapa bulan ini gw terjun langsung di pasar modal keknya gw ga sependapat dengan hipotesis pasar efisien tersebut. Bahkan di Bursa Efek Indonesia kita ini, banyak contoh yang bisa dijadiin pelajaran bagaimana pasar yang sebenarnya berjalan.

Sekali lagi gw bilang: "Pasar yang sebenarnya termanipulasi"

Minggu, Juni 24, 2012

Invest Your Time Before Invest Your Money [Part 3 - Saham Haram?]

sumber gambar: bisnis.com
 
Beberapa waktu yang lalu sekilas baca di linimasa atau timeline twitter ada seorang teman yang bilang kalo 'investasi di saham itu riba'.. hmm.. padahal mahasiswa ekonomi lho.. :'(
gw rada males sih kalo komen twit orang yang berujung debat begini.. entar ketauan deh kalo gw sotoy.. haha..
Sebenernya ga kaget2 amat.. bahkan seorang dosen dan juga guru besar dari perguruan tinggi ternama pernah bilang juga di twitter kalo saham itu judi.. weleh..

Sebenernya gimana sih hukum berinvestasi saham menurut Hukum Syariah Islam.?

Minggu, Agustus 21, 2011

Pentingnya Melek Secara Finansial


Suatu siang ketika gw buka rekening di bank syariah mandiri, tiba2 seorang pegawai customer service nya menawarkan suatu produk yang awalnya terlihat sangat menggiurkan. Produknya adalah asuransi plus investasi (yang belakangan gw tau itu adalah produk unitlink) dari AXA syariah mandiri.

Sekilas penjabaran dari cs (agen AXA) menyebutkan bahwa pada tahun2 awal, uang yang disetorkan akan digunakan sebagian besar untuk membayar premi polis asuransinya. Setelah 5 tahun keatas, baru porsi investasi diperbesar sehingga nantinya akan menjadi semacam tabungan bagi gw di masa depan.  

Terdengar menjanjikan bukan..?? padahal mah... hahaha...

Minggu, Februari 07, 2010

Memburuknya Citra Perusahaan Jepang [Bag.2]

Sony mulai menghadapi masalah setelah salah dalam menilai beberapa tren pasar yang kritis. Sony lambat dalam memprediksi pasar TV LCD sehingga jauh tertinggal dari perusahaan Korea Selatan, Samsung Electronic Co. yang kini menjadi pemimpin pasar.

Setelah sukses dengan 'Walkman', pemutar musik portabel yang menjadi sukses global pada tahun 1980an, Sony lambat dalam memasuki pasar pemutar digital. Sony telah dipermalukan Apple oleh 'ipod'-nya dan gadget murah lainnya yang diproduksi negara2 Asia kompetitor.

Memburuknya Citra Perusahaan Jepang [Bag. 1]

Sumber: Associated Press Tokyo

Penarikan besar-besaran mobil Toyota di Amerika Serikat yang disebabkan oleh adanya cacat pada pedal gas terjadi hanya beberapa hari setelah maskapai penerbangan kebanggaan Jepang, Japan Airlines (JAL) mencatatkan kebangkrutan dengan terbebani hutang miliaran dolar.

Sony telah kehilangan posisinya sebagai pemimpin pasar produk 'gadget' oleh Apple Inc. Honda, produsen mobil No.2 di Jepang, menarik 646.000 unit mobilnya diseluruh dunia karena ditemukannya cacat pada tombol pengatur jendela.

Bersamaan dengan itu, reputasi Jepang sebagai penghasil produk berkualitas tinggi mulai terusik oleh Cina yang diperkirakan akan mengambil alih posisi sebagai ekonomi kedua terbesar dunia dan bangkitnya perusahaan2 Korea Selatan yang kini makin bersaing secara agresif.

Apa yang salah dengan raksasa ekonomi yang bangkit dari abu Perang Dunia II.?