Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah dan Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 13, 2012

Sebentar di Kalimantan Barat, "Pontianak"

Burung Enggang dan Tugu Khatulistiwa menjadi maskot Kalimantan Barat

Jadi ceritanya tanggal 10-12 Desember kemaren gw dapet tugas ke Pontianak, Kalimantan Barat.. emang agak tumben2an gw disuruh dinas luar yg rada jauh.. seperti pada umumnya, kalo dinas liar eh luar, pasti disempetin jalan2 juga.. ga jauh2 sih.. cuma sekitar kotanya aja.. Lagian angkutan umum di kota Pontianak sangat jarang.. mau minjem kendaraan punya kantor sana juga lagi dipake ke Bengkayang.. ga enak pula kalo terlalu ngerepotin..

Di Pontianak kita nginep di Hotel Orchardz yang terletak di jalan Gajah Mada atau daerah pecinan (chinatown). Sepertinya jalan Gajah Mada ini pusat anak nongkrongnya anak2 Pontianak ya..  warung kopi dan cafe2 berderet di sepanjang jalan.. tempat2 makan juga banyak.. kalo malem rame banget..

Senin, Desember 03, 2012

Prolog Operasi Seroja Timor - Timur 1975

Dulu (udah lama) gw pernah posting mengenai sejarah Serbuan Pasukan Lintas Udara (Linud) di Dili 1975. Sebelum peristiwa tersebut sebetulnya ada cerita menarik yang melatarbelakanginya. Andaikan diangkat ke layar perak sih ini pasti keren banget.. kisah pertempurannya bisa dibuat epik macam series 'band of brothers' atau film 'saving private ryan'. Sedangkan operasi intelijennya bisa jadi film bertema 'spy' / mata2 pertama di Indonesia.. keren banget ga tuh.. :)

Jadi jaman dulu intelijen (BAKIN, sekarang BIN) bener2 melakukan tugas intelijen dengan sangat lihai. Mulai dari pengumpulan data / informasi, melakukan infiltrasi dan penggalangan opini/massa, pelatihan milisi, hingga kegiatan spionase atau mata2. Adalah rangkaian operasi intelijen: 'Operasi Komodo dan 'Operasi Kuta' yang menjadi prolog atau pendahuluan sebelum Operasi Seroja atau D-Day pendaratan pasukan amphibi dan lintas udara (airborne) untuk merebut kota Dili.

Kisahnya diambil dari buku Ken Conboy: INTEL: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia yang udah disarikan di blog militer adiewicaksono.wordpress.com/2009/03/20/operasi-komodo/ . Berikut disimak ceritanya:

Selasa, Mei 10, 2011

Serbuan Pasukan Lintas Udara (Linud) di Dili 1975


Ketika Presiden Amerika Serikat Gerald Ford yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri Henry Kissinger mengadakan pertemuan dengan Presiden Suharto di Istana Merdeka, Jakarta, pada tanggal 6 Desember 1975 pukul 08.00, hari itu merupakan hari H-1 bagi operasi serbuan pasukan linud dan pendaratan amfibi di Dili. Bahkan Hari-H bukan lagi dalam hitungan hari, tetapi dalam hitungan jam. 

Jam-J tinggal menunggu waktu kurang dari 24 jam. Menyingung masalah Timor Timur dalam pertemuan itu, maka tidak sulit bagi Presiden Suharto bahwa Indonesia yang telah menggagalkan perebutan kekuasaan partai komunis dalam tahun 1965, menyalahkan komunis atau golongan kiri yang akan menguasai Timor Portugis. Hal ini disebabkan Amerika Serikat sedang mengalami trauma tentang jatuhnya Pemerintah non-komunis di Vietnam dan Kamboja pada bulan April 1975. 

Pemerintah non-komunis Laos juga jatuh ke tangan komunis pada tahun yang sama. Peristiwa ini menguatkan teori domino yang mengatakan jika salah satu negara non-komunis jatuh, maka negara non-komunis lainnya akan jatuh juga.

Presiden Ford tahu bahwa peralatan militer buatan Amerika Serikat dipakai dalam operasi militer Indonesia di Timor Portugis. Pada waktu itu Menteri Luar Negeri Kissinger sempat bertanya, "Itu alat-alat militer buatan Amerika Serikat dipakai (di Timor Portugis) atau tidak?" Menteri Luar Negeri Adam Malik menjawab, "Kalau tidak ada Hercules kita pakai apa?" 

Mendengar jawaban itu Menteri Luar Negeri Kissinger hanya diam saja. Pertanyaan yang sama juga dilontarkan oleh Brent Scowcroft Ketua US National Security Council kepada Mayjen TNI Benny Moerdani yang berada di ruang lain.

Jenderal berbintang dua itu menjawab, "Kami tidak mempunyai pilihan lain". Menutup pembicaraan tentang masalah Timor Portugis, maka Presiden Ford berkata, "Timor is your problem". Perkataan Presiden Ford itu dapat difatsirkan jika Indonesia masuk ke Timor Timur, Amerika Serikat tidak akan campur tangan. Ketika Menlu Kissinger bertemu dengan Mayjen Benny Moerdani yang sedang bersama Brent Scowcroft, ia meminta agar Indonesia jangan memulai penyerbuannya ke Timor Portugis, sebelum Air Force One keluar dari wilayah udara Indonesia. Mayjen Benny Moerdani menyanggupkan hal itu. 

Presiden Ford dan rombongan meninggalkan Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, menuju ke Tokyo pada pukul 11.30 WIB.

Secara geografis Timor Portugis cocok digunakan sebagai pangkalan militer di kawasan Asia Tenggara bagi negara Adi Kuasa. Perairan di lepas pantai Utara Timor Portugis memiliki kedalaman sekitar 2000 meter, memungkinkan kapal selam nuklir bergerak di bawah laut melintas dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik atau sebaliknya lewat Selat Ombai dan perairan Maluku. 

Lapangan terbang Baucau sepanjang 2400 meter dapat digunakan untuk mendarat pesawat berbadan lebar sekelas dengan pesawat DC-10. Pesawat intai maupun pesawat pembom jarak jauh dapat mendarat di Baucau. Demikian pula pesawat angkut strategis, Antonov An-124 Condor yang mampu membawa peluru kendali nuklir SS-20 lengkap dengan kendaran peluncur, segala peralatan pendukung serta seluruh personil yang mengoperasikannya.

Seandainya Timor Portugis digunakan sebagai pangkalan militer Sovyet, maka jangkaun pesawat pembom jarak jauh maupun peluru kendali berkepala nuklir, dapat menjangkau ke seluruh benua Australia dan Selandia Baru.

Uni Sovyet yang tidak memiliki pangkalan Angkatan Laut di air hangat di Samodra Pasifik, sangat berkepentingan untuk memiliki pangkalan militer di kawasan Asia Tenggara. 

Wladivostok adalah satu-satunya pangkalan Angkatan Laut Uni Sovyet di pantai Timur benua Asia, tertutup salju selama enam bulan pada musim dingin. Oleh sebab itu dalam Perang Vietnam Uni Sovyet tidak segan-segan mengucurkan dana sebesar US$ 3 milyar dalam bentuk senjata, mengerahkan 3000 orang anggota militer non-tempur, 13 orang diantaranya tewas, untuk memperoleh konsesi Teluk Cam Ranh sebagai pangkalan militernya di Asia Tenggara. Jika Timor Portugis dikuasai oleh golongan komunis, maka peta pertahanan Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik akan mengalami ancaman besar. 

Kekhawatiran Amerika Serikat itu, menyebabkan Presiden Ford memberikan lampu hijau bagi Indonesia masuk ke Timor Portugis. Demikian pula bagi Indonesia, ancaman komunis dari Timor Portugis akan mengganggu keutuhan wawasan Nusantara. 

Sabtu, Maret 12, 2011

Budaya Rampogan Macan: Salah Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Suatu siang yang terik di alun-alun kota Kediri. Ribuan orang berjejal memenuhi alun-alun, menimbulkan suasana hiruk pikuk. Mereka berdiri berdesakan mengelilingi alun-alun dan membuat arena dalam bentuk lingkaran besar, sedangkan orang yang berdiri bersiap ke belakang.

Sedangkan yang berdiri di barisan paling depan masing-masing memegang tumbak yang runcing. Semuanya bersikap siaga, berdiri tegak dengan pandangan tajam mengawasi si macan tutul yang berlarian di tengah arena. Jika si harimau lari ke Timur, dihalau ke Barat, dengan sendirinya sambil ditusuk dengan ujung tombak yang runcing dan tajam. Para penonton pun bersorak sorai riuh sekali, seperti membelah bumi dan meruntuhkan langit tanggal 1 Syawal, sekitar pukul dua belas siang.

Tidak berapa lama macan tutul tadi sudah luka parah dijadikan sasaran ribuan tombak. Ada yang langsung mati dengan luka tak terhitung jumlahnya, mirip Abimanyu ketika menjadi Senapati saat Perang Baratayuda Jayabinangun, saat dikeroyok para Kurawa dan akhirnya gugur dengan terluka parah.

Namun demikian, ada juga harimau yang lolos dan selamat dari kepungan tombak, kemudian melarikan diri dari arena. Jika terjadi demikian, para penonton makin riuh, lari ke sana kemari untuk menyelamatkan diri. Yang tidak memegang tombak berlarian tanpa arah, berusaha jangan sampai menjadi mangsa harimau.

Begitulah gambaran secara singkat saat merayakan Hari Raya Lebaran atau yang dalam bahasa Jawa disebut Bakda, pada zaman kuno, sekitar tahun 1890-an sampai dengan 1900-an*. Tradisi menombak harimau itu biasa disebut ngrampog.

Kamis, Februari 03, 2011

Akhir Riwayat Kapal Perang RI Eks Penyerbuan Normandy ( World War II)


Kabar tentang rencana uji coba rudal yakhont yang didatangkan pemerintah untuk melengkapi jajaran persenjataan yang dimiliki kapal perang (KRI) milik TNI-AL memberikan angin segar di bidang pertahanan nasional.

Yakhont merupakan jenis peluru kendali (rudal) berkemampuan tinggi buatan Rusia. Dengan kecepatan 2,5 mach (2,5 kali kecepatan suara) dan dapat menghancurkan sasaran hingga jarak 300 km. Artinya armada kapal perang Indonesia kini memiliki kemampuan serang Over The Horizon atau mampu menghancurkan musuh yang berada di luar batas cakrawala penglihatan dengan daya hancur tinggi.

Untuk memiliki rudal ini juga tidak sembarangan negara bisa mengakuisisi. Setidaknya harus melalui izin dari 7 institusi pemerintah Rusia dan persetujuan langsung Presiden Rusia saat itu, Vladimir Putin. Hingga kini hanya 3 negara yang memiliki rudal tersebut, yaitu Rusia sendiri, Vietnam dan Indonesia, sedangkan Suriah yang juga berminat membeli rudal tersebut dihalangi oleh Israel yang menekan Rusia untuk tidak menjualnya karena khawatir mengganggu kestabilan di kawasan Timur Tengah.

Namun dibalik kehebatan rudal yakhont yang dimiliki Indonesia tadi, ada cerita menarik mengenai kapal-kapal perang tua TNI-AL yang akan dijadikan rumpon atau sasaran tembak uji coba rudal tersebut.

Sabtu, November 06, 2010

Simbol Bulan Sabit dan Bintang dalam Islam

Mungkin ada saat dimana di benak pikiran teman-teman mengapa lambang atau simbol bulan sabit dan juga bintang menjadi identik dengan Agama islam ?
Tak jarang dan mungkin hampir setiap mesjid memakai lambang bulan sabit dan mintang di kubah-kubah mesjid dan juga hal itu sering kita temui bahwa Bulan sabit dan bintang ini sering di pakai di dalam motif sajadah..

Mengapa hal itu terjadi? Apakah lambang bulan sabit dan bintang itu adalah lambang islam? Atau bulan sabit ada sangkut pautnya dengan Agama islam? Kok bisa ya lambang Bulan sabit dan bintang ini identik dengan agama Islam?

Hal ketidak tahuan umat tentang asal usul Bulan sabit dan bintang di agama Islam ini yang tidak pernah di pelajari di sekolah-sekolah, membuat para pelajar (sebagian besar teman saya tidak ada yang mengetahuinya) . Hal ini juga yang mengakibatkan para Non-Muslim membuat cerita-cerita konyol yang tak berdasarkan fakta dan sumber sejarah yang jelas. mereka mengatakan bahwa itu adalah dewa-nya agama islam dan sebagainya yang membuat saya muak membacanya. Astagfirullah ..

Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku". QS. Al-Kaafiruun ayat 6

Mari kita kaji lebih mendalam tentang asal usul atau sejarah dari munculnya keidentikan lambang Bulan sabit dan bintang di dalam Agama Islam..

Kamis, Mei 21, 2009

Hercules yang Tidak Lagi Perkasa..




Sebelumnya, Saya Turut Berduka Cita atas Musibah Jatuhnya Pesawat C-130 Hercules TNI-AU di desa Geplak, Karas, Magetan, Jawa Timur, pada hari Rabu (20/5). Semoga Para Korban Diberikan Tempat yang Terbaik di Sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Mungkin belum banyak yang tahu sejarah kehadiran pesawat angkut buatan amerika ini yang memiliki kaitan erat dengan tertangkapnya seorang Agen CIA pada tahun 1958 di Ambon.