Rabu, Juli 18, 2012

[Catper] Gunung Sanggara, Bandung Utara 14-15 Juli 2012



lagi males nulis.. berikut ini catpernya copas tulisannya om anwar aja.. hehe

udah singkat, padat, jelas dan informatif banget kok catpernya..  mungkin kalo entar pengen gw tambah tulisan sendiri..

----------------------------------------------

ini dia:

meneruskan ajakan dari mang boughil, weekend ini kami (mang boughil, om fajar dan saia) melakukan trip ke Gunung Sanggara (1925 mdpl) di Bandung.. --

 Jumat 13/7 berangkat dari Jakarta sore sendirian, terus nginap dulu di rumah mang boughil di Cijerah, Cimahi. Fajar nyusul pas tengah malam.

Sabtu : pagi hari dengan naik 2 motor berangkat ke bukittunggul via kawasan Dago Giri terus lanjut ke Maribaya dan kawasan wisata Bukitunggul. Jam 12.41 sampai di kampung Pangli yang merupakan desa terakhir di kaki gn sanggara di titik 1505 mdpl dan titip motor di rumah Pak Iin. 

Pendaki biasanya permisi dulu sama beliau atau ama pak rahmat yg rumahnya beberapa ratus meter dari rumah pak iin. Lalu start nelusuri jalan aspal, jalan makadam, naik ke jalur tanah dan akhirnya sampe di pintu rimba gunung Sanggara jam 14.33 di titik 1690 mdpl. Jalan lagi dan sekitar 10 menit sampai di kawasan basecamp utama di titik 1700mdpl. 

Niat kami ngecamp di kawasan taman survival tapi sempet muter dulu nyari jalurnya. Akhirnya ketemu di titik 1670mdpl jam 15.30. Rupanya jalurnya ada pohon melintang jadi sempet ga keliatan. Jalur ke taman survival ini cukup curam dan ada pohon rubuh yg menghalangi jalur. Seperti namanya, di taman survival ini ada sumber air yaitu selokan kecil dan sejumlah tumbuhan seperti pakis dll yang bisa untuk dimakan. 

Lokasinya bisa untuk 5-6 tenda, dan ada beberapa titik lain yang bisa buat camp. Malam itu kita sharing soal trik bikin bivak, bikin perapian dan lain-lain. Mulai dari cara bikin bivak flysheet, nyerut kayu kecil2 buat starter perapian, dan lain-lain. Mang boughil ama om fajar lanjut ngobrol ampe larut malam, sementara saia jam 20.30 udah ngantuk dan tidur duluan. Malam itu cuaca cerah dan ga terlalu dingin. 

Minggu : pagi bongkar camp trus jalan dgn bawa ransel ke arah puncak Sanggara. Setelah melewati persimpangan puncak Ipis-puncak Sanggara di 1730mdpl, kita sempat terlalu melipir ke kanan dan akhirnya nerabas bikin jalur direct ke puncak. Kalo diterusin ke kanan bisa-bisa malah nembus ke sebelahnya yaitu gunung putri. Di tengah nebas jalur, kesusul ama teman2 pendaki dari bandung dan mereka gabung ikut ke puncak. Patokan arah puncak dengan melihat orientasi dari layar gps. Karena direct ada titik yang cukup nanjak dan jadi dipasang tali webbing untuk bantu naik tanjakan. 

Saia* memakai gps dgn peta kontur, tapi rupanya ada kesalahan dari penamaan lokasi di peta itu, karena puncak sanggara yg kami tuju tidak tertera namanya di peta. Yg ada tulisan gunung sanggara malah ditaruh pada lokasi puncakan di belakang kami. Untung mang boughil dah beberapa kali ke sanggara sehingga ada kesepakatan untuk terus nanjak. Sampai akhirnya kami di puncak Sanggara di 1925mdpl jam 10.09, ketemu rekan2 panitia lomba orienteering di sini. Mereka sedang menunggu peserta yang harus melewati beberapa pos, termasuk pos puncak. 

Di puncak juga ada satu inmemoriam untuk seorang pendaki bandung yg meninggal di kawasan gunung ini. Kondisi puncak sanggara tertutup pohon tinggi dan lebat. Di sini bisa buat ngecamp 2 atau 3 tenda. Gak lama di puncak, kita turun lewat jalur konvensional sanggara. Jalur ini rupanya cukup curam. Kebayang kalo naik pas terjal sekali. Mungkin nanti yg naik bagusnya bawa tali webbing pas di satu tanjakan curam. Trus ambil jalur yg beda dari jalur naik. Kita jalan paralel dengan jalur naik, tanpa melewati basecamp dan kawasan taman survival. 

Dan akhirnya muncul di pintu rimba jam 11.33. Jalan lagi ke Pangli dan pulang naik motor ke Bandung, lanjut naik bis ke Jakarta. Trip yg pendek tapi cukup bikin capek, bermanfaat karena banyak sharing soal survival dan lain-lain...thanks buat mang boughil dan om fajar, serta teh inoy yang udah minjemin motor.. 

*itu saia maksudnya om anwar ya.. kan beliau yang nulis.. hehe..

foto2 dari kamera gw dulu..

rusa tutul di penangkaran kebun kina bukit tunggul



jalan dari desa panglih

om Anwar

pemandangan

pemandangan

contoh bivak alami yg terbuat dari batang pohon dan dedaunan kering

om anwar sama om boughil masang bivak

bivaknya jadi

tenda 'big agnes' punya om anwar.. dan diujung 'eiger storm 1' punya gw..

iklan..

view dari dalem tenda gw

view dari dalem tenda gw

hutan di taman survival, gunung sanggara

om boughil bikin perapian / api unggun

kompor spirtus 'Trangia' gw..

jam 5:32 pagi..  di taman survival dengan altitude 1665 mdpl.. temperatur 16,3 derajat celcius..

om anwar meniti pohon tumbang waktu rintis jalur

nisan in memoriam mahasiswa UPI yang meninggal waktu diksar pecinta alam di Gn. Sanggara

panitia lomba orienteering dari UNIKOM Bandung yang ga sengaja ketemu di puncak Sanggara

om boughil dan om anwar lagi nyocokin peta jalur sama GPS
belalang ranting

motong jalan

pemandangan

foto2nya dari kamera om anwar..

menyusuri kebun diantara pohon2 kina yang masih muda


menatap sanggara


ngelewatin pohon tumbang


om boughil sharing cara bikin api... ga mudah lho..
  
bakar2an.. hehe


om boughil lagi rintis jalur dengan bantuan golok tebas 'tramontina'


gps nya om anwar


gw dan om boughil di puncak sanggara..

1 komentar:

  1. Selain bus, Anda juga bisa menggunakan travel. Travel adalah jenis transportasi darat yang lebih nyaman dan cepat daripada bus. Travel biasanya berkapasitas kecil dan hanya mengangkut beberapa penumpang saja. Ada banyak jasa travel Jakarta Lampung, seperti Cendana Wisata dan masih banyak lagi. Waktu tempuh dari Jakarta ke Lampung dengan travel adalah sekitar 10-12 jam tergantung pada kondisi lalu lintas.

    BalasHapus