Rabu, Mei 18, 2011

Catatan Perjalanan: Gunung Semeru (14-17 Mei 2011)

Bagi para pendaki gunung di Indonesia, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung wajib yang harus didatangi. Dengan predikat sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa, Semeru juga terkenal dengan panorama atau keindahan alamnya yang mempesona. Namun dibalik keindahannya itu, Semeru juga menyimpan potensi bahaya yang besar bagi mereka yang mendekatinya.

Setidaknya sudah 29 pendaki yang menjadi korban. Korban pertama Semeru, aktivis era 1960an dan juga salah satu pendiri Mapala UI, Soe Hok Gie dan teman pendakiannya, Idhan Lubis yang tewas karena menghirup gas beracun di puncak semeru pada tahun 1969. Korban terakhir semeru tercatat pada tahun 2009 adalah Andika Listyono Putra, mahasiswa fisipol UGM yang jatuh ke jurang di sekitar puncak dan Hanafi, pendaki dari Jember yang meninggal di Ranu Kumbolo.

Keinginan gw sendiri untuk datang ke Semeru sebenernya sudah ada sejak SMA, yang padahal waktu itu gw sama sekali ga pernah sekali pun naik gunung. Berawal dari membaca buku harian Soe Hok Gie, Gunung Semeru bener2 sangat membekas di dalam memori. Sampai akhirnya kesempatan datang juga kurang lebih 5 atau 6 tahun kemudian.

Mahameru

 
MAHAMERU

Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai bumi

Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah & berkata, kesana-lah Soe Hok Gie & Idhan Lubis pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang

Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara saputangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis

24 Desember 1969
Sanento Yuliman

Selasa, Mei 10, 2011

Itinerary Trip Semeru Mei 2011 : it's all about preparedness.. :)



Plan A
14 Mei 2011 : MEETING POINT => ALFAMART Pasar Tumpang
12.00 : Meeting Point Alfamart Pasar Tumpang
12.30 : Berangkat Menuju Ranu Pane
15.00 : Tiba di Ranu Pane
15.30 : Menuju Ranu Kumbolo
21.00 : Ranu Kumbolo (Dinner Time)
22.00 : Menuju Kalimati

15 Mei 2011 :
06.00 : Tiba di Kalimati (Breakfast Time)
BBP (Bobo-bobo Pagi)
BBS (Bobo-bobo Siang)
BBM (Bobo-bobo Malam)
23.00 : Summit Attack

Serbuan Pasukan Lintas Udara (Linud) di Dili 1975


Ketika Presiden Amerika Serikat Gerald Ford yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri Henry Kissinger mengadakan pertemuan dengan Presiden Suharto di Istana Merdeka, Jakarta, pada tanggal 6 Desember 1975 pukul 08.00, hari itu merupakan hari H-1 bagi operasi serbuan pasukan linud dan pendaratan amfibi di Dili. Bahkan Hari-H bukan lagi dalam hitungan hari, tetapi dalam hitungan jam. 

Jam-J tinggal menunggu waktu kurang dari 24 jam. Menyingung masalah Timor Timur dalam pertemuan itu, maka tidak sulit bagi Presiden Suharto bahwa Indonesia yang telah menggagalkan perebutan kekuasaan partai komunis dalam tahun 1965, menyalahkan komunis atau golongan kiri yang akan menguasai Timor Portugis. Hal ini disebabkan Amerika Serikat sedang mengalami trauma tentang jatuhnya Pemerintah non-komunis di Vietnam dan Kamboja pada bulan April 1975. 

Pemerintah non-komunis Laos juga jatuh ke tangan komunis pada tahun yang sama. Peristiwa ini menguatkan teori domino yang mengatakan jika salah satu negara non-komunis jatuh, maka negara non-komunis lainnya akan jatuh juga.

Presiden Ford tahu bahwa peralatan militer buatan Amerika Serikat dipakai dalam operasi militer Indonesia di Timor Portugis. Pada waktu itu Menteri Luar Negeri Kissinger sempat bertanya, "Itu alat-alat militer buatan Amerika Serikat dipakai (di Timor Portugis) atau tidak?" Menteri Luar Negeri Adam Malik menjawab, "Kalau tidak ada Hercules kita pakai apa?" 

Mendengar jawaban itu Menteri Luar Negeri Kissinger hanya diam saja. Pertanyaan yang sama juga dilontarkan oleh Brent Scowcroft Ketua US National Security Council kepada Mayjen TNI Benny Moerdani yang berada di ruang lain.

Jenderal berbintang dua itu menjawab, "Kami tidak mempunyai pilihan lain". Menutup pembicaraan tentang masalah Timor Portugis, maka Presiden Ford berkata, "Timor is your problem". Perkataan Presiden Ford itu dapat difatsirkan jika Indonesia masuk ke Timor Timur, Amerika Serikat tidak akan campur tangan. Ketika Menlu Kissinger bertemu dengan Mayjen Benny Moerdani yang sedang bersama Brent Scowcroft, ia meminta agar Indonesia jangan memulai penyerbuannya ke Timor Portugis, sebelum Air Force One keluar dari wilayah udara Indonesia. Mayjen Benny Moerdani menyanggupkan hal itu. 

Presiden Ford dan rombongan meninggalkan Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, menuju ke Tokyo pada pukul 11.30 WIB.

Secara geografis Timor Portugis cocok digunakan sebagai pangkalan militer di kawasan Asia Tenggara bagi negara Adi Kuasa. Perairan di lepas pantai Utara Timor Portugis memiliki kedalaman sekitar 2000 meter, memungkinkan kapal selam nuklir bergerak di bawah laut melintas dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik atau sebaliknya lewat Selat Ombai dan perairan Maluku. 

Lapangan terbang Baucau sepanjang 2400 meter dapat digunakan untuk mendarat pesawat berbadan lebar sekelas dengan pesawat DC-10. Pesawat intai maupun pesawat pembom jarak jauh dapat mendarat di Baucau. Demikian pula pesawat angkut strategis, Antonov An-124 Condor yang mampu membawa peluru kendali nuklir SS-20 lengkap dengan kendaran peluncur, segala peralatan pendukung serta seluruh personil yang mengoperasikannya.

Seandainya Timor Portugis digunakan sebagai pangkalan militer Sovyet, maka jangkaun pesawat pembom jarak jauh maupun peluru kendali berkepala nuklir, dapat menjangkau ke seluruh benua Australia dan Selandia Baru.

Uni Sovyet yang tidak memiliki pangkalan Angkatan Laut di air hangat di Samodra Pasifik, sangat berkepentingan untuk memiliki pangkalan militer di kawasan Asia Tenggara. 

Wladivostok adalah satu-satunya pangkalan Angkatan Laut Uni Sovyet di pantai Timur benua Asia, tertutup salju selama enam bulan pada musim dingin. Oleh sebab itu dalam Perang Vietnam Uni Sovyet tidak segan-segan mengucurkan dana sebesar US$ 3 milyar dalam bentuk senjata, mengerahkan 3000 orang anggota militer non-tempur, 13 orang diantaranya tewas, untuk memperoleh konsesi Teluk Cam Ranh sebagai pangkalan militernya di Asia Tenggara. Jika Timor Portugis dikuasai oleh golongan komunis, maka peta pertahanan Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik akan mengalami ancaman besar. 

Kekhawatiran Amerika Serikat itu, menyebabkan Presiden Ford memberikan lampu hijau bagi Indonesia masuk ke Timor Portugis. Demikian pula bagi Indonesia, ancaman komunis dari Timor Portugis akan mengganggu keutuhan wawasan Nusantara. 

Jumat, Mei 06, 2011

Side Story : Perjalanan ke Tempat-tempat Indah Diatas Awan


Berjalan ditengah derasnya hujan di dalam hutan, merasakan dingin yang menusuk tulang dengan kadar oksigen yang semakin menipis, menyaksikan indah sekaligus berbahayanya kawah vulkanis aktif yang bergolak, dan bertemu dengan hewan-hewan dan tanaman yang hidup bebas di habitat aslinya.

Siapa sangka.. Seorang anak rumahan introvert yang kuper kaya gw ini sekarang punya hobi jalan-jalan yang agak ekstrim ke tempat-tempat eksotis diatas puncak-puncak tinggi gunung. Tempat dimana seakan-akan kita berdiri diatas permadani awan.

Mendapat kawan-kawan baru yang tiba-tiba akrab seperti seorang saudara yang belum pernah bertemu. dan kebersamaan menjadi hal yang utama.

Jumat, April 29, 2011

Catatan Perjalanan : Hiking Cibodas - Gn. Geger Bentang - Puncak Pass



Rencana menggapai puncak tertinggi di jawa tengah sementara tertunda, hal ini dikarenakan jatah bolos kuliah gw yang tinggal satu (rencana sih jatahnya mau di pake buat ke semeru, insyaAllah.. :D) dan juga itinerary (rencana perjalanan) yang dibuat temen soal trip ke gunung slamet terlalu mepet..  mengingat long weekend di bulan april kemarin itu pasti bakalan berebut angkutan sama yang mau mudik.. jadwalnya pasti molor..

Kemudian gw putuskan menghabiskan liburan dengan trip yang dekat2 aja…  yaitu jalan-jalan di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Dan karena di TNGGP alias Gepang juga ramee banget.. kuota pendakian pun habis di booking. Dari Mapala UI aja udah 200 orang.. belum yang lain2.. 

Akhirnya dibuatlah rencana perjalanan ‘hiking ceria Gunung Geger Bentang’.. 

Rute perjalanannya lumayan singkat: Start dari kebun raya cibodas – Gn. Geger Bentang – finish Puncak Pass. Rencana berangkat pagi - pulang sore alias ‘tektok’.. tanpa opsi buka tenda..

Jumat, April 15, 2011

Catatan Perjalanan: Gunung Ciremai [9-10 April 2011]

Setelah tiga kali rencana batal, akhirnya sukses juga berkunjung ke puncak tertinggi di tanah sunda.. yup.. Gunung berapi yang secara administratif berada diantara kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

Di situs gunungbagging.com, Gunung Ciremai yang mempunyai ketinggian 3078 meter dari permukaan laut (mdpl) ini disebut sebagai: 'a solitary giant', bentuknya yang kerucut berdiri masif sendirian mendominasi pemandangan di daerah pantura sekitar cirebon.

Kamis, Maret 17, 2011

Susu Segar MPB

Coba2 bikin desain leaflet buat promosi produk gw bareng temen kampus (Hendra dan Erwin)..

dengan kata2 iklan yang benar2 sangat 'menjual'... hahaha... :D

bermodal searching gambar2 di google dan kemampuan photoshop ala kadarnya.. :hammer: :hammer:



Rabu, Maret 16, 2011

Menuangkan Isi Pikiran Hari Ini

Sebenernya sekarang2 ini gw udah males bikin postingan berkaitan dengan kantor ataupun kerjaan gw, selain akan membuat gw jadi keliatan sotoy, mungkin juga ada yang menganggap sok suci..  ya terserah lah yang menilainya gimana..

tapi ga tau kenapa malam ini sepertinya hal ini terus menggelayut di kepala..

Sabtu, Maret 12, 2011

Budaya Rampogan Macan: Salah Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Suatu siang yang terik di alun-alun kota Kediri. Ribuan orang berjejal memenuhi alun-alun, menimbulkan suasana hiruk pikuk. Mereka berdiri berdesakan mengelilingi alun-alun dan membuat arena dalam bentuk lingkaran besar, sedangkan orang yang berdiri bersiap ke belakang.

Sedangkan yang berdiri di barisan paling depan masing-masing memegang tumbak yang runcing. Semuanya bersikap siaga, berdiri tegak dengan pandangan tajam mengawasi si macan tutul yang berlarian di tengah arena. Jika si harimau lari ke Timur, dihalau ke Barat, dengan sendirinya sambil ditusuk dengan ujung tombak yang runcing dan tajam. Para penonton pun bersorak sorai riuh sekali, seperti membelah bumi dan meruntuhkan langit tanggal 1 Syawal, sekitar pukul dua belas siang.

Tidak berapa lama macan tutul tadi sudah luka parah dijadikan sasaran ribuan tombak. Ada yang langsung mati dengan luka tak terhitung jumlahnya, mirip Abimanyu ketika menjadi Senapati saat Perang Baratayuda Jayabinangun, saat dikeroyok para Kurawa dan akhirnya gugur dengan terluka parah.

Namun demikian, ada juga harimau yang lolos dan selamat dari kepungan tombak, kemudian melarikan diri dari arena. Jika terjadi demikian, para penonton makin riuh, lari ke sana kemari untuk menyelamatkan diri. Yang tidak memegang tombak berlarian tanpa arah, berusaha jangan sampai menjadi mangsa harimau.

Begitulah gambaran secara singkat saat merayakan Hari Raya Lebaran atau yang dalam bahasa Jawa disebut Bakda, pada zaman kuno, sekitar tahun 1890-an sampai dengan 1900-an*. Tradisi menombak harimau itu biasa disebut ngrampog.